KhasJogja – semua yang khas dari jogja

jogjaku, jogjamu, jogjakita

Archive for April 17th, 2008

MUSEUM KAPAL SAMUDRARAKSA

without comments

Museum Kapal Samudraraksa berada di dalam komplek Candi Borobudur. Museum ini adalah tempat persemayaman Kapal Samudraraksa yang pernah digunakan untuk mengarungi samudra dari Indonesia sampai Ghana.Front view of Museum

Kapal ini telah berhasil mencatat sejarah dalam Exspedisi Kapal Samudraraksa untuk menapaki kembali perjalanan penjelajahan bahari abad ke-8.

Dalam museum ini, Anda dapat melihat betapa kokohnya kapal yang dibuat dengan cara tradional. Anda juga dapat melihat benda-benda yang pernah digunakan pada saat melakukan pelayaran. Misalnya saja: peralatan memasak, peralatan rumah tangga sehari-hari, buku, CD, dan kaset. Bagi awak kapal buku menjadi pembunuh kejenuhan. Sedangankan CD dan kaset menjadi penghibur hati ataupun sebagai pelepas rindu pada orang-orang yang dicintai. Ada juga obat-obat sebagai penjaga kesehatan.

Ketika YogYES.COM berkunjung pada 9 Maret 2006 (berbulan-bulan setelah Kapal Samudraraksa bersemayam di museum ini), ternyata pada bagian sayap kapal masih meneteskan air. Dan percaya atau tidak bila Anda merasakannya air tersebut terasa asin, layaknya air laut.

Samudraraksa dari relieft hingga Afrika

  • 8 November 1982 Philip Beale berkunjung ke Candi Borobudur dan mengagumi relief kapal pada candi tersebut, ia terilhami untuk “napak tilas” jalur pelayaran Kapal Borobudur.
  • September 2002 Philip Beale menghubungi Nick Burningham untuk merancang kapal Borobudur yang layak mengarungi samudra.
  • 19 Januari 2003 Kapal Borobudur mulai dibuat oleh As’ad Abdullah yang berusia 69 tahun di Pulau Pagerungan Kecil, Kabupaten Sumenep, Madura dengan menggunakan teknologi tradisional.
  • Mei 2003 Diadakan seleksi untuk calon anak buah kapal.
  • 25 Mei 2003 Kapal Borobudur diluncurkan ke laut.
  • Juni 2003 Uji Coba pelayaran dari Pulau Pangerungan kecil ke Benoa (Bali), melewati perairan Banyuwangi.
  • 2 Juli 2003 Seminar pra peluncuran Kapal Borobudur di Jakarta.
  • 16 Juli 2003 Kapal Borobudur diresmikan oleh Mentri Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika, kemudian dilanjutkan dengan konferensi pers.
  • 22 Juli 2003 Kapal Borobudur meninggalkan Benoa menuju Ancol, Jakarta, melewati Surabaya, Karimunjawa, dan Semarang.
  • 15 Agustus 2003 Kapal Borobudur diberinama Samudraraksa yang berarti “Pelindung Lautan”. sekaligus diberangkatkan ke Madagaskar oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.
  • 12 September 2003 Pelayaran mencapai pelabuhan Victoria, Seychelles.
  • 29 Septembet 2003 Kapal Samudraraksa meninggalkan Seychelles menuju Madagaskar.
  • Tgl 14 Oktober 2004 Kapal Samudraraksa mencapai Mahajanga, Madagaskar.
  • 26 Oktober 2003 Kapal Samudraraksa menuju Cape Town, Afrika Selatan.
  • 116 November 2003 Singgah di Richards Bay.
  • 1 Desember 2003 Singgah di Pelabuhan Durban.
  • 7 Desember 2003 Singgah di Pelabuhan Elizabeth.
  • 5 Januari 2004 tiba di Cape Town, Afrika Selatan.
  • 17 Januari 2004 berangkat menuju Ghana.
  • 3 Februari 2004 mencapai Jamestown Bay, ST. Helena.
  • 23 Februari 2004 Kapal Samudrakaksa sampai di tujuan akhir dan berlabuh di Pelabuhan Tema, Accra, Graha.
  • 26 Maret 2004 Para awak kapal Samudraraksa mendapat Satya Lencana dari Presiden Megawati Sukarnoputri.

Akhirnya kapal perkasa yang telah mengarungi ribuan kilometer dan memecah gelombang samudra bersemayam di museum ini.

Kapal Samudraraksa

Kapal Samudraraksa mempunyai ukuran:

  • panjang 18,29 meter
  • lebar 4,50 meter
  • tinggi badan 2,25 meter

Kapal ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  • depan (kabin tempat tidur)
  • tengan (ruang makan dan navigasi)
  • buritan (ruang kemudi, dapur, cuci piring)

Dalam pelayarannya Kapal Samudraraksa dilengkapi dengan:

  • 2 layar tanjak
  • 2 buah kemudi
  • cadik ganda

Kapal Samudraraksa berkecepatan 3-10 knot. Dengan kapasitas kapal:

  • 16 orang
  • 1500 liter air tawar
  • 900 kg beras
  • 2 upright sails
  • 1 ton kayu baker
  • 0,5 ton bahan makanan dan bumbu

Kapal ini juga dilengkapi dengan fasilitas keselaman selama melakukan pelayaran, yaitu:

  • Global Positioning Satelite (untuk mengetahui posisi kapal)
  • NavTex (untuk menerima informasi cuaca)
  • EchoSounder (untuk mendeteksi kedalaman air)
  • Inmarsat Telephone Satelite (untuk komunikasi di tengah lautan)
  • Lift Raft (dua buah rakit apung)

(from yogyes.com)

Written by idiel

April 17, 2008 at 1:47 am

Posted in Wisata

PENDISTRIBUSIAN RELATIF LANCAR ; Tidak Semua Migor Bersubsidi Terserap Masyarakat

without comments

YOGYA (KR) - Penyaluran minyak goreng (migor) bersubsidi di Kota Yogyakarta, Rabu (16/4) berlangsung lancar dan tidak ada kendala berarti. Meski demikian, tidak seluruh migor yang disediakan terserap masyarakat.

“Tidak ada masalah dalam pendistribusian migor hari ini yang diawali di 5 kelurahan yakni Kricak dan Bener di Kecamatan Tegalrejo serta Keparakan, Wirogunan dan Brontokusuman di Kecamatan Mergangsan. Tapi tidak semua dari 3.506 liter minyak yang disalurkan terserap, masih ada sisa di beberapa lokasi,” ucap Kasi Pengawasan Disperindagkop Kota Yogya Imam Nurwahid kepada KR usai peninjauan ke lokasi.   
Misalnya di Kelurahan Kricak, dari 1.012 liter migor yang disediakan, terserap 948 liter. Di Kelurahan Bener, dari 373 liter, masih ada sekitar 27 liter. Demikian pula di Wirogunan yang menyediakan 760 liter, tersisa 97 liter. “Ya kalau di rata-rata, sekitar 90 persen migor bersubsidi yang terserap masyarakat,” tutur Imam. Untuk migor yang tidak terserap, langsung dibawa kembali distributor sebagai saving penyaluran tahap selanjutnya.
Sementara itu dari pantauan KR di lokasi distribusi, masyarakat tampak memadati lokasi. Lurah Wirogunan, Suprihastuti mengatakan masyarakat menyambut baik adanya subsidi ini, terbukti dari berjubelnya warga. Umar, warga Surokarsan mengaku gembira dengan kualitas migor yang bagus apalagi tanpa mengeluarkan biaya transport untuk mengambilnya, karena rumahnya dekat dengan kelurahan. Sementara Candra meminta harga migor bersubsidi diturunkan hingga Rp 5 ribu bukan Rp 8 ribu sehingga warga miskin bisa mengambil semua. “Apalagi migor yang diberikan kualitasnya bukan kualitas I, sehingga harga seharusnya lebih rendah lagi,” katanya..
Pembagian Lewat RW
Untuk mengurangi antrean panjang, distribusi migor bersubsidi di Kelurahan Kricak dilakukan tiap RW. Sehingga total 13 RW yang melaksanakan pembagian migor bersubsidi. Warga juga sudah membayar bersamaan pembagian kupon sehingga pada hari H pelaksanaan tinggal mengambil jatah.
Lurah Kricak Budi Santoso menuturkan, pembagian melalui RW lebih aman dan menjamin tepat sasaran. Sebab Ketua RW tahu betul masing-masing warganya. “Dengan melalui pengurus RW, warga dari luar wilayah tidak bisa ikut beli. Sedang pembayaran dilakukan saat pembagian kupon memudahkan warga karena hari H tinggal mengambil jatah di masing-masing RW,” katanya.
Dari pantauan KR ada sebagian warga yang tidak mengambil sendiri jatah kuponnya namun dititipkan. Warga mengaku kualitas migor bersubsidi cukup bagus dibanding tahun lalu. Harganya juga masih terjangkau karena di pasaran harga migor dengan kualitas sama mencapai Rp 12 ribu per liter.
Komisi B dan Ketua DPRD DIY Djuwarto yang meninjau penyaluran migor bersubsidi di Kecamatan Kricak Tegalrejo juga mengatakan pelaksanaan lancar dan warga bisa membeli minyak seharga Rp 8 ribu per liter. Esti Wijayati, anggota Komisi B DPRD DIY meminta masyarakat untuk mengerti meski hanya menerima 1 liter padahal dalam ketentuan 2 litier per KK per bulan. “Namun alokasi migor yang diterima tak bisa mencukupi seluruh KK miskin di DIY. Namun masyarakat akan menerima 2 liter per KK Juli mendatang,” katanya.
Selanjutnya, Esti meminta pemerintah memikirkan UMKM yang banyak menggunakan migor dalam usahanya, misalnya saja melalui subsidi migor seperti UMKM tahu/tempe yang memperoleh subsidi kedelai.
Subsidi migor bagi UMKM harus menjadi bagian kebijakan karena pemerintah pusat tak membatasi penerima subsidi dan UMKM boleh menerima anggaran subsidi migor. “Soal ini tergantung kebijakan kabupaten/kota. Kami minta Pemprop berkoordinasi,  agar UMKM memperoleh subsidi migor ini,” terangnya.

Written by idiel

April 17, 2008 at 1:40 am

Posted in News