KhasJogja – semua yang khas dari jogja

jogjaku, jogjamu, jogjakita

MUSEUM KAPAL SAMUDRARAKSA

leave a comment »

Museum Kapal Samudraraksa berada di dalam komplek Candi Borobudur. Museum ini adalah tempat persemayaman Kapal Samudraraksa yang pernah digunakan untuk mengarungi samudra dari Indonesia sampai Ghana.Front view of Museum

Kapal ini telah berhasil mencatat sejarah dalam Exspedisi Kapal Samudraraksa untuk menapaki kembali perjalanan penjelajahan bahari abad ke-8.

Dalam museum ini, Anda dapat melihat betapa kokohnya kapal yang dibuat dengan cara tradional. Anda juga dapat melihat benda-benda yang pernah digunakan pada saat melakukan pelayaran. Misalnya saja: peralatan memasak, peralatan rumah tangga sehari-hari, buku, CD, dan kaset. Bagi awak kapal buku menjadi pembunuh kejenuhan. Sedangankan CD dan kaset menjadi penghibur hati ataupun sebagai pelepas rindu pada orang-orang yang dicintai. Ada juga obat-obat sebagai penjaga kesehatan.

Ketika YogYES.COM berkunjung pada 9 Maret 2006 (berbulan-bulan setelah Kapal Samudraraksa bersemayam di museum ini), ternyata pada bagian sayap kapal masih meneteskan air. Dan percaya atau tidak bila Anda merasakannya air tersebut terasa asin, layaknya air laut.

Samudraraksa dari relieft hingga Afrika

  • 8 November 1982 Philip Beale berkunjung ke Candi Borobudur dan mengagumi relief kapal pada candi tersebut, ia terilhami untuk “napak tilas” jalur pelayaran Kapal Borobudur.
  • September 2002 Philip Beale menghubungi Nick Burningham untuk merancang kapal Borobudur yang layak mengarungi samudra.
  • 19 Januari 2003 Kapal Borobudur mulai dibuat oleh As’ad Abdullah yang berusia 69 tahun di Pulau Pagerungan Kecil, Kabupaten Sumenep, Madura dengan menggunakan teknologi tradisional.
  • Mei 2003 Diadakan seleksi untuk calon anak buah kapal.
  • 25 Mei 2003 Kapal Borobudur diluncurkan ke laut.
  • Juni 2003 Uji Coba pelayaran dari Pulau Pangerungan kecil ke Benoa (Bali), melewati perairan Banyuwangi.
  • 2 Juli 2003 Seminar pra peluncuran Kapal Borobudur di Jakarta.
  • 16 Juli 2003 Kapal Borobudur diresmikan oleh Mentri Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika, kemudian dilanjutkan dengan konferensi pers.
  • 22 Juli 2003 Kapal Borobudur meninggalkan Benoa menuju Ancol, Jakarta, melewati Surabaya, Karimunjawa, dan Semarang.
  • 15 Agustus 2003 Kapal Borobudur diberinama Samudraraksa yang berarti “Pelindung Lautan”. sekaligus diberangkatkan ke Madagaskar oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.
  • 12 September 2003 Pelayaran mencapai pelabuhan Victoria, Seychelles.
  • 29 Septembet 2003 Kapal Samudraraksa meninggalkan Seychelles menuju Madagaskar.
  • Tgl 14 Oktober 2004 Kapal Samudraraksa mencapai Mahajanga, Madagaskar.
  • 26 Oktober 2003 Kapal Samudraraksa menuju Cape Town, Afrika Selatan.
  • 116 November 2003 Singgah di Richards Bay.
  • 1 Desember 2003 Singgah di Pelabuhan Durban.
  • 7 Desember 2003 Singgah di Pelabuhan Elizabeth.
  • 5 Januari 2004 tiba di Cape Town, Afrika Selatan.
  • 17 Januari 2004 berangkat menuju Ghana.
  • 3 Februari 2004 mencapai Jamestown Bay, ST. Helena.
  • 23 Februari 2004 Kapal Samudrakaksa sampai di tujuan akhir dan berlabuh di Pelabuhan Tema, Accra, Graha.
  • 26 Maret 2004 Para awak kapal Samudraraksa mendapat Satya Lencana dari Presiden Megawati Sukarnoputri.

Akhirnya kapal perkasa yang telah mengarungi ribuan kilometer dan memecah gelombang samudra bersemayam di museum ini.

Kapal Samudraraksa

Kapal Samudraraksa mempunyai ukuran:

  • panjang 18,29 meter
  • lebar 4,50 meter
  • tinggi badan 2,25 meter

Kapal ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  • depan (kabin tempat tidur)
  • tengan (ruang makan dan navigasi)
  • buritan (ruang kemudi, dapur, cuci piring)

Dalam pelayarannya Kapal Samudraraksa dilengkapi dengan:

  • 2 layar tanjak
  • 2 buah kemudi
  • cadik ganda

Kapal Samudraraksa berkecepatan 3-10 knot. Dengan kapasitas kapal:

  • 16 orang
  • 1500 liter air tawar
  • 900 kg beras
  • 2 upright sails
  • 1 ton kayu baker
  • 0,5 ton bahan makanan dan bumbu

Kapal ini juga dilengkapi dengan fasilitas keselaman selama melakukan pelayaran, yaitu:

  • Global Positioning Satelite (untuk mengetahui posisi kapal)
  • NavTex (untuk menerima informasi cuaca)
  • EchoSounder (untuk mendeteksi kedalaman air)
  • Inmarsat Telephone Satelite (untuk komunikasi di tengah lautan)
  • Lift Raft (dua buah rakit apung)

(from yogyes.com)

Written by idiel

April 17, 2008 at 1:47 am

Posted in Wisata

PENDISTRIBUSIAN RELATIF LANCAR ; Tidak Semua Migor Bersubsidi Terserap Masyarakat

leave a comment »

YOGYA (KR) - Penyaluran minyak goreng (migor) bersubsidi di Kota Yogyakarta, Rabu (16/4) berlangsung lancar dan tidak ada kendala berarti. Meski demikian, tidak seluruh migor yang disediakan terserap masyarakat.

“Tidak ada masalah dalam pendistribusian migor hari ini yang diawali di 5 kelurahan yakni Kricak dan Bener di Kecamatan Tegalrejo serta Keparakan, Wirogunan dan Brontokusuman di Kecamatan Mergangsan. Tapi tidak semua dari 3.506 liter minyak yang disalurkan terserap, masih ada sisa di beberapa lokasi,” ucap Kasi Pengawasan Disperindagkop Kota Yogya Imam Nurwahid kepada KR usai peninjauan ke lokasi.   
Misalnya di Kelurahan Kricak, dari 1.012 liter migor yang disediakan, terserap 948 liter. Di Kelurahan Bener, dari 373 liter, masih ada sekitar 27 liter. Demikian pula di Wirogunan yang menyediakan 760 liter, tersisa 97 liter. “Ya kalau di rata-rata, sekitar 90 persen migor bersubsidi yang terserap masyarakat,” tutur Imam. Untuk migor yang tidak terserap, langsung dibawa kembali distributor sebagai saving penyaluran tahap selanjutnya.
Sementara itu dari pantauan KR di lokasi distribusi, masyarakat tampak memadati lokasi. Lurah Wirogunan, Suprihastuti mengatakan masyarakat menyambut baik adanya subsidi ini, terbukti dari berjubelnya warga. Umar, warga Surokarsan mengaku gembira dengan kualitas migor yang bagus apalagi tanpa mengeluarkan biaya transport untuk mengambilnya, karena rumahnya dekat dengan kelurahan. Sementara Candra meminta harga migor bersubsidi diturunkan hingga Rp 5 ribu bukan Rp 8 ribu sehingga warga miskin bisa mengambil semua. “Apalagi migor yang diberikan kualitasnya bukan kualitas I, sehingga harga seharusnya lebih rendah lagi,” katanya..
Pembagian Lewat RW
Untuk mengurangi antrean panjang, distribusi migor bersubsidi di Kelurahan Kricak dilakukan tiap RW. Sehingga total 13 RW yang melaksanakan pembagian migor bersubsidi. Warga juga sudah membayar bersamaan pembagian kupon sehingga pada hari H pelaksanaan tinggal mengambil jatah.
Lurah Kricak Budi Santoso menuturkan, pembagian melalui RW lebih aman dan menjamin tepat sasaran. Sebab Ketua RW tahu betul masing-masing warganya. “Dengan melalui pengurus RW, warga dari luar wilayah tidak bisa ikut beli. Sedang pembayaran dilakukan saat pembagian kupon memudahkan warga karena hari H tinggal mengambil jatah di masing-masing RW,” katanya.
Dari pantauan KR ada sebagian warga yang tidak mengambil sendiri jatah kuponnya namun dititipkan. Warga mengaku kualitas migor bersubsidi cukup bagus dibanding tahun lalu. Harganya juga masih terjangkau karena di pasaran harga migor dengan kualitas sama mencapai Rp 12 ribu per liter.
Komisi B dan Ketua DPRD DIY Djuwarto yang meninjau penyaluran migor bersubsidi di Kecamatan Kricak Tegalrejo juga mengatakan pelaksanaan lancar dan warga bisa membeli minyak seharga Rp 8 ribu per liter. Esti Wijayati, anggota Komisi B DPRD DIY meminta masyarakat untuk mengerti meski hanya menerima 1 liter padahal dalam ketentuan 2 litier per KK per bulan. “Namun alokasi migor yang diterima tak bisa mencukupi seluruh KK miskin di DIY. Namun masyarakat akan menerima 2 liter per KK Juli mendatang,” katanya.
Selanjutnya, Esti meminta pemerintah memikirkan UMKM yang banyak menggunakan migor dalam usahanya, misalnya saja melalui subsidi migor seperti UMKM tahu/tempe yang memperoleh subsidi kedelai.
Subsidi migor bagi UMKM harus menjadi bagian kebijakan karena pemerintah pusat tak membatasi penerima subsidi dan UMKM boleh menerima anggaran subsidi migor. “Soal ini tergantung kebijakan kabupaten/kota. Kami minta Pemprop berkoordinasi,  agar UMKM memperoleh subsidi migor ini,” terangnya.

Written by idiel

April 17, 2008 at 1:40 am

Posted in News

Kalender Jawa dan Pengaruh Alam Terhadap Manusia

leave a comment »

Dasar pembuatan Kalender

Kalender atau Penanggalan adalah suatu cara yang disepakati untuk menandai unsur rentang waktu. Perhitungannya dapat berdasarkan pada gerakan matahari (kalender solar) dan gerakan bulan (kalender lunar). Ada juga kalender yang tidak berdasarkan gerakan benda langit dan hanya berupa penghitungan matematis seperti Kalender Pawukon. Patokan kalender adalah hari, bulan dan tahun. Hari dihitung berdasarkan waktu putaran bumi pada porosnya dengan rentang waktu 24 jam. Bulan dihitung berdasarkan revolusi (putaran) bulan mengelilingi bumi dengan rentang waktu 1 bulan. Tahun dihitung berdasarkan revolusi (putaran) bumi mengelilingi matahari dengan rentang waktu 1 tahun. Kalender solar mempunyai rentang waktu 365.242819 hari untuk setiap putaran, yang dibulatkan menjadi 365 ¼ hari, sehingga dalam 1 tahun ada 365 hari dan setiap empat tahun ada tahun kabisat yang berumur 366 hari. Kalender lunar mempunyai rentang waktu 354.36707 hari yang dibulatkan dalam Kalender Jawa menjadi 354 3/8, sehingga 1 tahun Jawa ada 354 hari dan dalam 8 tahunan (windu) ada 3 tahun kabisat yang berumur 355 hari. Dalam perkiraan Kalender Hijriah 1 tahun dibulatkan menjadi 354 11/30 yang artinya dalam 30 tahun terdapat 11 tahun kabisat yang berumur 355 hari. Kalender Gregorian (Kalender Tahun Masehi yang dipakai secara internasional) dan Kalender Jawa dihitung berdasarkan matematis, sedangkan Kalender Hijriyah dan Kalender China menggunakan cara astronomis dengan melihat posisi bulan.

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pasar yang terdiri dari 5 hari pasaran. Menurut Wikipedia, pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.

Pada tahun 1855 Masehi, karena penanggalan lunar dianggap tidak memadai sebagai patokan para petani yang bercocok tanam, maka kalender berdasarkan rasi bintang yang berpengaruh pada musim tanam yang disebut sebagai Pranata Mangsa, dikodifikasikan oleh Sri Paduka Mangkunegara IV dan digunakan secara resmi. Contohnya adalah rasi bintang Waluku (Orion) sebagai tanda musim tanam. Sebenarnya Pranata Mangsa ini adalah pembagian bulan yang asli Jawa dan sudah digunakan pada jaman pra-Sultan Agung. Oleh Sri Paduka Mangkunagara IV tanggalnya disesuaikan dengan penanggalan tarikh kalender Gregorian yang juga merupakan kalender solar.

Pengaruh bulan dan matahari terhadap manusia

Para nenek moyang mempercayai, bahwa tidak ada hari-hari penting seperti kelahiran, perkawinan dan kematian secara kebetulan. Hukum sebab-akibat akan mempengaruhi, yang diujudkan dalam posisi benda-benda langit terhadap suatu kejadian. Setiap kejadian pasti sedikit banyak dipengaruhi oleh pengaruh bulan, pengaruh matahari dan pengaruh alam lainnya. Kombinasi dari pengaruh matahari (ada 7 hari mulai Senin hingga Minggu) dan pengaruh bulan (ada 5 hari pasar, Legi, Paing, Pon Wage, Kliwon), diamati dalam jangka waktu lama. Ada 35 kombinasi, dan waktu 35 hari dimana hari dan hari pasar berulang disebut ”satu lapan”. Dari intuisi para nenek moyang tersebut muncullah ramalan tentang potensi sifat seseorang berdasar hari kelahiran atau ”weton”. Orang yang lahir hari Minggu Wage akan mempunyai potensi tabiat dasar yang dipengaruhi oleh posisi matahari pada hari Minggu dan posisi bulan pada hari pasaran Wage. Waktu jam kelahiran juga berpengaruh, seperti Presiden Pertama RI yang bangga disebut sebagai Putera Sang Fajar karena lahir pada waktu matahari akan terbit. Disebutkan juga dalam dongeng-dongeng lama bahwa hujan, guntur dan kejadian alam lain juga mempengaruhi kelahiran. Untuk menghormati hari kelahiran, Orang Jawa biasa berpuasa apit weton yaitu puasa satu hari sebelum, pada, dan sesudah weton. Pada saat hari weton suami atau weton istri diusahakan tidak berhubungan badan. Ada yang berpendapat bahwa masa bayi di dalam kandungan adalah 280 hari, atau 9 bulan 10 hari, sama dengan 8 ”lapan” (8×35 hari). Apabila sel telur berhasil dibuahi benih pada hari weton, maka anak yang lahir akan sama weton dengan orang tuanya, yang menurut pengamatan biasanya menjadi kurang akur pada saat dewasa.Sebagian yang lain berpendapat agar tidak berhubungan badan pada hari weton untuk menghormati diri kita sendiri. Kebersihan dan penempatan ari-ari atau placenta bayi juga berpengaruh, sehingga ari-ari selalu dicuci sampai bersih. Ada bayi yang ari-arinya dipersembahkan kepada hewan-hewan air di Kali atau Bengawan yang merupakan penghormatan kepada Penguasa Unsur Air, ada juga yang dipersembahkan kepada hewan-hewan dalam tanah dengan jalan dipendam di halaman rumah yang merupakan persembahan kepada Penguasa Unsur Bumi. Diatas tempat memendam dinyalakan ”teplok”(lampu minyak tanah) yang selalu dijaga dan menyala selama ”selapan” agar tidak ada hewan luar yang mengganggu dan merupakan persembahan kepada Penguasa Unsur Api. Apapun semuanya dipersembahkan kepada Yang Maha Kuasa. Agar anak yang lahir akur dengan saudaranya, maka ari-arinya ditaruh dalam kendil (tembikar dari tanah liat) yang sama, dengan cara ari-ari anak pertama ditaruh dalam kendil dan dipendam dalam tanah. Setelah diperkirakan unsur-unsurnya sudah terurai maka kendilnya diambil, dibersihkan, dan disimpan untuk dipakai anak yang lahir selanjutnya. Potongan ari-ari dari Pusar Bayi juga disimpan sebagai obat kalau Si Bayi menderita sakit. Ari-ari dipahami sebagai sel induk, sel asal sang bayi yang akhirnya berkembang menjadi tubuh dengan organ lengkap. Pada waktu pembuatan anak yang diistilahkan dengan mengukir, sering dipasang gambar tokoh yang diidolakan orang tua, misalnya Gambar Bung Karno. Mereka yakin gambar tersebut akan mempengaruhi sifat anak yang sedang diukir. Vibrasi pikiran kedua orang tua kepada Sang Idola dapat mempengaruhi telur dan sperma yang akan bertemu.

Bumi terdiri dari 70% air demikian pula tubuh manusia juga mengandung 70% air. Masuk diakal kalau bumi dipengaruhi oleh posisi benda-benda langit, demikian pula manusia. Saat ini akibat ulah manusia, terjadi pemanasan global yang mengakibatkan bumi mencari keseimbangan, sehingga terjadi perubahan iklim. Demikian pula tindakan tidak selaras manusia dengan alam akan mengakibatkan perubahan keseimbangan dalam diri manusia. Terima kasih Guruji yang dengan penuh kasih menyelaraskan kita semua dengan alam.

Triwidodo

Agustus 2007.

 

Written by idiel

March 9, 2008 at 12:02 pm

Posted in News

Tagged with ,

SAYEMBARA POSTER KOTA DALAM TAMAN

with one comment

Mendukung terwujudnya Kota Yogyakarta ramah lingkungan dengan fokus
menjadikan “Jogja Kota Dalam Taman”, Pemerintah Kota Yogyakarta
menyelenggarakan sayembara poster dengan tema Kota Dalam Taman. Sayembara
terbuka bagi siswa SD, SMP, SMA/SMK dan Umum dengan total hadiah sebesar
13.500.000 rupiah. Peserta dapat memilih sub tema tentang Penghijauan
Kota, Hemat Air atau Kebersihan Kota.
Menurut Ketua Panitia, Ir. Benny Nurhantoro, kegiatan ini diselenggarakan
untuk mendukung kualitas lingkungan di Kota Yogyakarta dan diharapkan
dapat meningkatkan kemampuan siswa berkreasi dalam bidang poster. Kriteria
karya poster dibuat dengan media kertas ivory berukuran kwarto dengan
bahan bebas. Karya tidak boleh berupa komputer grafis.
Hasil karya poster dapat diserahkan ke Sekretariat Sayembara secara
perorangan atau kolektif mulai tanggal 11 s/d 25 Maret 2008 setiap hari
kerja pukul 08.00 s/d 13.00 WIB. Pengumpulan karya poster paling lambat
tanggal 25 Maret 2008 pukul 13.00 WIB di Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta
kepada Sdr Maryanto (08156899710) Seksi Pengembangan Kesiswaan, untuk
peserta pelajar sekolah, atau di Badan Informasi Daerah Kota Yogyakarta
Komplek Balaikota, phone 552161, kepada Sdr Ismawati untuk peserta umum.
Hasil karya poster dapat diserahkan secara perorangan atau kolektif
melalui sekolah masing-masing, dengan dilengkapi identitas diri di balik
karya. (nama, alamat, tempat tanggal lahir, tempat sekolah, nomor telpon
yang dapat dihubungi).
Penjurian akan dilaksanakan pada tanggal : 26, 27 dan 28 Maret 2008, pada
jam 08.00 – selesai di Sekretariat Sayembara, Kantor BID Kota Yogyakarta
oleh tim yuri dari unsur budayawan,  pendidikan, praktisi, media massa dan
pemerintah. Hasil penilaian tim yuri sayembara poster tidak dapat diganggu
gugat. Hasil penjurian berupa pemenang I, II, dan III setiap kelas
sayembara. Hasil karya yang diikutkan lomba menjadi milik Pemerintah Kota
Yogyakarta dan karya terbaik akan digunakan untuk kepentingan publikasi.
Pengumuman pemenang akan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 29 Maret 2008
di BID dan media massa.

Contact Person Sayembara Poster :
Ibu Ismawati / Badan Informasi Daerah Kota Yogyakarta, Komplek Balaikota
Timoho
Telp. 552161 / 6501998

Written by idiel

March 4, 2008 at 10:58 am

Posted in News

Tagged with ,

Malioboro

leave a comment »

Jalan Malioboro adalah nama jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta yang terdiri dari Jalan Pangeran Mangkubumi dan Jalan Jend. A. Yani, Jalan ini merupakan poros Garis Imaginer Kraton Yogyakarta.

Terdapat beberapa obyek bersejarah di jalan ini antara lain Tugu Kraton, Stasiun Tugu, Gedung Istana Negara, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.

Jalan ini sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg khas jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para Seniman-seniman-seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim dan lain-lain disepanjang jalan ini.

Written by idiel

March 4, 2008 at 10:15 am

Posted in News, Wisata

Tagged with ,